Tuan,
Malam ini hujan..
Bolehkah kupinjam namamu?
Menyebutnya dalam doaku...
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 Januari 2020
Minggu, 01 September 2019
Kamis, 02 November 2017
Kids Jaman Now Vs Generasi Muda Islam
Oleh : Nur Aulia Risqi, S. E.
Remaja masa kini menorehkan tinta hitam yang menambah buram potret generasi muda, mereka tak hanya menjadi generasi pembebek dan pengekor tapi juga babak belur dihantam virus hedonis. Remaja yang sedianya menjadi harapan dan dambaan umat untuk menuju kebangkitan islam justru banyak disibukkan dengan pacaran, jelajah mall, clubbing, nongkrong, galau bahkan sibuk memenuhi ruangan konser bertemu dengan ahjusi dan oppa-oppa.
Kids Jaman Now
Baru-baru ini muncul istilah baru
dalam kamus gaul masa kini, Kids Jaman Now. Kata-kata yang tentunya tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa
Indonesia. Maksud kalimat tersebut ialah anak-anak zaman sekarang atau
anak-anak masa kini. Sebenarnya bagaimana sih ciri-ciri kids jaman now
menurut para netizen?
Minggu, 24 September 2017
Tentang sebuah pertemuan,
Kami yang berbeda, dipertemukan dalam suatu tempat istimewa.
Yang dulu tak kenal dan tak saling sapa justru kini menjadi teman menghabiskan duka,
teman bercerita dan berbagi rasa.
Yang dua tahun lalu masih saling bermusuhan, kini mereka bergandeng tangan.
Yang dulu dianggap arogan, kini menjadi teman berbagi harapan.
Kami datang dengan kisah masing-masing.
Ada yang berlari, ada yang berjalan mantap penuh visi,
ada yang sekedar gugur kewajiban, bahkan sekedar ikut-ikutan.
tapi sungguh tak pernah saling menyalahkan kehadiran.
Yang dulu tak kenal dan tak saling sapa justru kini menjadi teman menghabiskan duka,
teman bercerita dan berbagi rasa.
Yang dua tahun lalu masih saling bermusuhan, kini mereka bergandeng tangan.
Yang dulu dianggap arogan, kini menjadi teman berbagi harapan.
Kami datang dengan kisah masing-masing.
Ada yang berlari, ada yang berjalan mantap penuh visi,
ada yang sekedar gugur kewajiban, bahkan sekedar ikut-ikutan.
tapi sungguh tak pernah saling menyalahkan kehadiran.
Senin, 18 September 2017
Nostalgia.
Membuka kembali catatan-catatan lama,
melihat kembali gambar dan foto yang pernah ada.
memandang tawa dan senyum mereka.
Malam ini saya diingatkan lagi,
Betapa Allah berbaik hati, mempertemukan saya dengan orang-orang hebat ini.
Betapa tangan-Nya penuh kuasa menuntun hati kami.
melihat kembali gambar dan foto yang pernah ada.
memandang tawa dan senyum mereka.
Malam ini saya diingatkan lagi,
Betapa Allah berbaik hati, mempertemukan saya dengan orang-orang hebat ini.
Betapa tangan-Nya penuh kuasa menuntun hati kami.
Sabtu, 16 September 2017
Sebuah Nasehat
Untukmu yang merasa menjadi remahan rengginang yang tak layak disandingkan dengan nastar, jadikan ini motivasi untuk meng-upgrade diri. Berhijrah. Berbenah
Agar remahan rengginang itu nantinya berubah menjadi puyri salju yang layak disandingkan dengan nastar.
karena sejatinya jodoh itu cerminan diri,
yang baik akan disandingkan dengan yang baik.
kita tak pernah tahu kelak akan disandingkan dengan siapa dan dengan cara seperti apa.
tapi teruslah berproses menjadi baik,
karena sejatinya, Dia kan kirimkan dia yang setulus hati mencintaimu karena-Nya
Nasihat ini terlebih saya tujukan sebagi pengingat diri, agar tak lelah meng-upgrade diri,
berproses menjadi baik.
karena dia yang tertulis untukku, takkan mungkin tak menujuku.
Obrolan berfaedah malam minggu lalu,
Agar remahan rengginang itu nantinya berubah menjadi puyri salju yang layak disandingkan dengan nastar.
karena sejatinya jodoh itu cerminan diri,
yang baik akan disandingkan dengan yang baik.
kita tak pernah tahu kelak akan disandingkan dengan siapa dan dengan cara seperti apa.
tapi teruslah berproses menjadi baik,
karena sejatinya, Dia kan kirimkan dia yang setulus hati mencintaimu karena-Nya
Nasihat ini terlebih saya tujukan sebagi pengingat diri, agar tak lelah meng-upgrade diri,
berproses menjadi baik.
karena dia yang tertulis untukku, takkan mungkin tak menujuku.
Obrolan berfaedah malam minggu lalu,
Rabu, 13 September 2017
Wanita Tangguh
Saya selalu takjub pada ibu-ibu (baik tua maupun muda) yang dengan semangat dakwahnya tak pernah lelah mengedukasi umat. Berangkat ke setiap acara dakwah dengan semangat, sembari menggandeng dan menggendong si kecil dalam payung taat.
Dirumah, mereka berbakti pada suaminya, menjadi ummu wa rabbatul bayt sekaligus madrasah al ula bagi anak-anaknya. Tak berhenti disana, mereka juga tak lelah menjadi pengemban dakwah, menggerakkan umat Muhammad SAW, membangun kesadaran untuk taat.
Senin, 31 Juli 2017
Teruslah..
"Teruslah melangkah hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Tetap Istiqomah di jalan dakwah ini. Umat menantimu.."
- Zulia Ilmawati-
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Tetap Istiqomah di jalan dakwah ini. Umat menantimu.."
- Zulia Ilmawati-
Senin, 24 Oktober 2016
Ketika harus memilih
Pak, maafkan aku.
Di setiap tawaran yang datang, disetiap ada yang meminta, aku masih belum bisa menjawab.
Di setiap tawaran yang datang, disetiap ada yang meminta, aku masih belum bisa menjawab.
Aku masih berusaha lewat istikharahku pada-Nya.
Allah masih memberikan jawaban yang sama.
Ternyata jawaban Allah belum bisa tergantikan dengan yang lain.
Dan akhirnya hatiku pun belum bisa memastikan kepada siapa hati ini harus aku labuhkan.
Selasa, 29 Maret 2016
Demi Dia
Diantara sunyi,
Kubisikkan rindu yang semakin sakit,
Yang tak pernah kucoba mengungkit,
Dan tak pernah kujawab walau sebait,
Kubisikkan rindu yang semakin sakit,
Yang tak pernah kucoba mengungkit,
Dan tak pernah kujawab walau sebait,
Dalam diam, aku kedinginan.
Berdiri diatas istana yang retak.
Berdiri diatas istana yang retak.
Berjuta penyair dunia ingin kuhampiri, bertanya makna cinta sejati.
Aku alpha lagi, lupa dimana letak kesejatian cinta. Dan siapa pemilik cinta sejati.
Aku alpha lagi, lupa dimana letak kesejatian cinta. Dan siapa pemilik cinta sejati.
Namun demi engkau, demi cinta, demi janji Sang Maha Pemberi Cinta. Kubangun tegarku, kusuguhkan senyum sendu.
Sayang, biar cukup Dia yang tahu.
Dimana pantasnya kuletakkan hatiku, pada siapa kutitipkan rinduku.
Dimana pantasnya kuletakkan hatiku, pada siapa kutitipkan rinduku.
Pada bait doa malamku, bahkan tak berani kusebut namamu.
Takut, kau hanya embun. Sedang Dia siapkan matahari.
Takut, kau hanya embun. Sedang Dia siapkan matahari.
Kamis, 21 Januari 2016
PENCETAK GENERASI CERIA
SMP MUHAMMADIYAH 6 SURABAYA
PENCETAK
GENERASI C E R I A
Cerdas |
Empati | Ramah | Inovatif | Akhlak Mulia
Ditengah carut-marut
zaman seperti sekarang ini merupakan tantangan berat bagi para orangtua untuk
mendidik putra putrinya menjadi generasi terbaik bangsa. Hedonisme dan
Moderinisasi tentu menjadi momok tersendiri bagi orangtua dan para pendidik
dalam hal ini sekolah untuk menyiapkan putra-putrinya terjun ke tengah masyarakat. Penerapan Pola
pendidikan karakter diharapkan mampu mengembangkan kebiasaan dan perilaku
peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai—nilai universal dan tradisi
budaya bangsa yang religius; mengembangkan pola pemikiran peserta didik menjadi
generasi yang cerdas, memiliki sikap empati, Ramah terhadap lingkungan, serta
memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif.
Akan tetapi mengingat
luasnya pergaulan serta degradasi moral yang banyak dialami para remaja
khususnya pelajar yang sudah banyak mengalami pergeseran nilai baik nilai moral
dan asusila tentu banyak pihak yang beranggapan akan sangat sulit menerapkan
pola pendidikan berkarakter tersebut pada sebuah satuan pendidikan. Akan tetapi
Sekolah Menengah Pertama yang beralamat di Jl. Kemlaten Baru No. 43 Surabaya ini membantahnya. SMP Muhammadiyah 6
Surabaya.
Senin, 26 Oktober 2015
Surat cinta untuk yang masih bertahan
Untuk teman-teman saya yang masih bertahan, saya ucapkan
selamat. Kalian sungguh luar biasa..
Mohon maaf saya hanya bertahan sejauh ini,
Semua hal itu ada masanya, ada waktunya berhenti. Dan
disinilah, di titik ini saya putuskan untuk berhenti. Mungkin semangat dan
kasih saya habis ter-depresiasi. Mohon maaf teman-teman saya memilih berhenti.
Terimakasih untuk dua tahun yang luar biasa, terimakasih
sudah memberi tempat. Terimakasih sudah memberi ruang untuk saya belajar.
Senin, 19 Oktober 2015
Pelangi Hati
Maa Syaa Allah. Alhamdulillah. Kau hadirkan banyak cinta malam ini.
Hikmah indah dibalik air mata,
terimakasih ibuk, bapak. maaf membuatmu khawatir.
Bagaimana mungkin tak khawatir, anaknya yang ijin berangkat kuliah pulang sambil menangis.
Terimakasih dek Firman,
yang ngeliat mbaknya nangis tapi malah ditertawakan. tapi tertawa lucunya justru mampu membuat tersenyum.
Terimakasih kamu, yang menjadi teman diskusi malam ini.
Terimakasih mbak Sjam, atas nasehatnya. maaf lagi-lagi merepotkan.
Terimakasih Allaah, atas lantaiMu yang selalu ada sebagai tempat bersujud.
Sungguh malu rasanya, menangis karena persoalan remeh begini. padahal jarang manangisi dosa.
Astaghfirullaah :(
Malam ini muncul pelangi di kamar saya, pelangi yang muncul lantaran hujan air mata.
terimakasih menghadirkan mereka yang peduli Yaa Rabb..
"Allaahu Akbar, ini cuma kerikil kecil nduk. Kalo jatuh ya luka sedikit. Kasih betadine juga sembuh. Senyumilah !!!"
Sjam Pujiani Says, "Jika sudah terbiasa melewati kerikil kecil. maka harus terbiasa melewati batu besar sekalipun. Kudu sabar, yakinlah, syukurilah dan patuhlah.. !!"
Hikmah indah dibalik air mata,
terimakasih ibuk, bapak. maaf membuatmu khawatir.
Bagaimana mungkin tak khawatir, anaknya yang ijin berangkat kuliah pulang sambil menangis.
Terimakasih dek Firman,
yang ngeliat mbaknya nangis tapi malah ditertawakan. tapi tertawa lucunya justru mampu membuat tersenyum.
Terimakasih kamu, yang menjadi teman diskusi malam ini.
Terimakasih mbak Sjam, atas nasehatnya. maaf lagi-lagi merepotkan.
Terimakasih Allaah, atas lantaiMu yang selalu ada sebagai tempat bersujud.
Sungguh malu rasanya, menangis karena persoalan remeh begini. padahal jarang manangisi dosa.
Astaghfirullaah :(
Malam ini muncul pelangi di kamar saya, pelangi yang muncul lantaran hujan air mata.
terimakasih menghadirkan mereka yang peduli Yaa Rabb..
"Allaahu Akbar, ini cuma kerikil kecil nduk. Kalo jatuh ya luka sedikit. Kasih betadine juga sembuh. Senyumilah !!!"
Sjam Pujiani Says, "Jika sudah terbiasa melewati kerikil kecil. maka harus terbiasa melewati batu besar sekalipun. Kudu sabar, yakinlah, syukurilah dan patuhlah.. !!"
Sejenak bermuhasabah
dalam sudut kamar
22.47
Selasa, 15 September 2015
Celoteh Malam
Bismillahirrahmanirrahim..
Lama tak menyapa, terlalu lama sepertinya hingga lupa
sudah sejauh mana menatanya.
Malam ini muncul sebuah pertanyaan kecil dihati, sudah
lebih baikkah?
Sebulan ini banyak perenungan, banyak berubah kamu nduk.
Menuju baikkah perubahan itu? Jangan berhenti berubah. Karena waktu tak
mengizinkanmu berhenti berproses menuju baik.
Dan cinta yang hadir padaku selama ini, biarlah itu hadir
sebagiamana takdir yang harus berjalan dan dijalani. Dijadikan-Nya hatiku jatuh
pada beberapa orang . sekalipun hatiku berduka dan penuh luka. Biar itu menjadi
tangga menujuNya.
Malu rasanya jika teringat banyak airmata yang jatuh
karena makhlukNya, sedang sedikit yang tumpah untuk dosa-dosa. Astagfirullah,
Ampun Ya Rabb..
Senin, 18 Mei 2015
Syukurku atas nikmatMu
Syukurku atas nikmatMu Yaa Rabb, takkan cukup walau aku bersujud seribu tahun.
NikmatMu yang mana yang akan aku dustakan? ketika KasihMu begitu nyata..
Jikalah apa yang kualami kemarin adalah caraMu mendekatkanku padaMu, maka biarlah aku ridho atas ketetapan itu. PelukanMu begitu nyaman Ya Rabb..
Syukurku atas malam itu, atas pelukan yang kau berikan lewat perantara mereka..
Kali ini aku berlari sekali lagi pada mereka, laksana rumah aku pulang. saat hati sungguh sudah amat lelah..
Syukurku atas nikmatMu Ya Rabb, atas segala kemudahan dan keindahan yang Kau berikan. Atas hujan cinta pagi itu di Alun-Alun Sidoarjo. Atas nikmatMu yang mengijinkanku menepati janjiku.
NikmatMu yang mana yang akan aku dustakan? ketika KasihMu begitu nyata..
Jikalah apa yang kualami kemarin adalah caraMu mendekatkanku padaMu, maka biarlah aku ridho atas ketetapan itu. PelukanMu begitu nyaman Ya Rabb..
Syukurku atas malam itu, atas pelukan yang kau berikan lewat perantara mereka..
Kali ini aku berlari sekali lagi pada mereka, laksana rumah aku pulang. saat hati sungguh sudah amat lelah..
Syukurku atas nikmatMu Ya Rabb, atas segala kemudahan dan keindahan yang Kau berikan. Atas hujan cinta pagi itu di Alun-Alun Sidoarjo. Atas nikmatMu yang mengijinkanku menepati janjiku.
Kamis, 07 Mei 2015
Sedikit mengajar, banyak belajar
Sedikit
mengajar, banyak belajar. Rasanya kalimat itulah yang paling pas menggambarkan
apa-apa yang kulalui di Traffic Light Ambengan.
Berawal dari
“pelarian” yang menghantarkanku jatuh cinta pada semangat anak-anak luar biasa
itu. Jatuh cinta pada sudut kota ini.
Sedikit
mengajar, bahkan belum layak disebut mengajar rasanya.
Teringat
obrolan dengan salah seorang pengajar waktu itu, “kita itu nggak lebih pinter
dari mereka, kita ini ya cuma orang-orang yang kebetulan lahir lebih dulu dari
mereka, tahu lebih dulu, jadi bisa nge-share ilmu ke mereka”.
Kamis, 23 April 2015
Dalam hati yang luka,
Dalam hati yang luka itu, ada sedikit pinta..
Ijinkan aku sejenak bersandar ketika lelah,
Ijinkan kupinjam bahumu untuk menangis,
Ahh Kenapa harus kupinta,
Sedang Tuhanku pinjamkan lantaiNya untuk bersujud,
Sedang Dia siapkan lantai untuk teman bercerita dalam
setiap sujud,
Aku lelah, Sungguh..
Bolehkah aku menyerah saja,
Dalam hati yang luka itu, aku menangis diam-diam..
Tanpa suara,
Tak kau lihatkah mataku yang sembab?
Mungkin hatimu terlalu bebal menyadarinya,
Aku mengutuk diriku sendiri yang terus tak mau mengerti,
Aku membenci diriku sendiri yang tetap tak mau melihat
yang ada,
Satu waktu pernah terlintas angan dibenakku,
Aku dan kamu duduk berdua pada suatu senja yang indah,
Saling berbagi mimipi dalam tawa,
Aku minta maaf, sungguh aku minta maaf.
Aku lelah, Sungguh. Bolehkah aku pergi saja dari kisah
kita?
Selasa, 14 April 2015
Sebuah cerita yang tertinggal
Astaghfirullah, harus banyak beristigfar sepertinya.
Lagi-lagi melihat luka dalam sudut mata mereka, anak-anak itu..
Ahh lihatlah nduk, masih ada hikmah dibaliknya..
Mbak kangen Fitri..
Selasa, 07 April 2015
Selalu diakhiri dengan titik
Bismillah..
Setiap paragraf bukankah selalu diakhiri dengan titik? maka kuberi titik pada kisah kita.
Hari itu sepeninggalmu, aku menangis diam-diam. Bukan karena terluka, tapi karna aku menyadari bahwa kita tak lagi sama. Kita? aku dan kamu lebih tepatnya.
Aku tak ingin membenci, pun sudah tak ingin lari. Aku tak ingin lagi menyibukkan mataku dengan menangisimu. Pergilah, aku melepasmu. Mengikhlaskanmu lebih tepatnya. Membiarkanmu dalam penjagaan terbaikNya.
Semoga Diaku memberikan kehidupan terbaik, masa depan terbaik dan jodoh terbaik bagimu.
Terimakasih, pernah membiarkanku sejenak bersandar.
Senin, 23 Maret 2015
Inikah?
Aku memilih berdamai kali ini, berdamai dengan cara membenci.
Mungkin aku terlampau lelah bertahan, langkahku terhenti pada satu titik dimana aku ingin menyerah.
Yahh, malam kemarin kuikhlaskan kau beranjak dari tempatmu bertahta..
Mungkin aku terlampau lelah bertahan, langkahku terhenti pada satu titik dimana aku ingin menyerah.
Yahh, malam kemarin kuikhlaskan kau beranjak dari tempatmu bertahta..
Langganan:
Postingan (Atom)



