Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Januari 2018

Yang asing dan Terasing

Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).

Rasulullah beratus tahun lalu telah mengingatkan kita lewat hadist diatas betapa dulu Islam datang sebagai sesuatu yang sama sekali asing dan kelak di akhir zaman akan menjadi sesuatu yang asing sebagaimana awal kemunculannya. Ia tidak dikenal dengan baik kecuali oleh sedikit orang dan tidak diterapkan sesuai dengan yang disyariatkan kecuali sedikit dari manusia dan mereka asing.

Lalu siapakah dan apakah sesuatu yang asing ini? Yakni orang-orang yang menegakkan syariat Islam ketika yang lain meruntuhkannya.

Minggu, 24 September 2017

Tentang sebuah pertemuan,

Kami yang berbeda, dipertemukan dalam suatu tempat istimewa.
Yang dulu tak kenal dan tak saling sapa justru kini menjadi teman menghabiskan duka,
teman bercerita dan berbagi rasa.

Yang dua tahun lalu masih saling bermusuhan, kini mereka bergandeng tangan.
Yang dulu dianggap arogan, kini menjadi teman berbagi harapan.

Kami datang dengan kisah masing-masing.
Ada yang berlari, ada yang berjalan mantap penuh visi,
ada yang sekedar gugur kewajiban, bahkan sekedar ikut-ikutan.
tapi sungguh tak pernah saling menyalahkan kehadiran.

Sabtu, 16 September 2017

Sebuah Nasehat

Untukmu yang merasa menjadi remahan rengginang yang tak layak disandingkan dengan nastar, jadikan ini motivasi untuk meng-upgrade diri. Berhijrah. Berbenah

Agar remahan rengginang itu nantinya berubah menjadi puyri salju yang layak disandingkan dengan nastar.

karena sejatinya jodoh itu cerminan diri,
yang baik akan disandingkan dengan yang baik.

kita tak pernah tahu kelak akan disandingkan dengan siapa dan dengan cara seperti apa.
tapi teruslah berproses menjadi baik,
karena sejatinya,  Dia kan kirimkan dia yang setulus hati mencintaimu karena-Nya

Nasihat ini terlebih saya tujukan sebagi pengingat diri, agar tak lelah meng-upgrade diri,
berproses menjadi baik.

karena dia yang tertulis untukku, takkan mungkin tak menujuku.




Obrolan berfaedah malam minggu lalu,

Rabu, 13 September 2017

Wanita Tangguh

Saya selalu takjub pada ibu-ibu (baik tua maupun muda) yang dengan semangat dakwahnya tak pernah lelah mengedukasi umat. Berangkat ke setiap acara dakwah dengan semangat, sembari menggandeng dan menggendong si kecil dalam payung taat.

Dirumah, mereka berbakti pada suaminya, menjadi ummu wa rabbatul bayt sekaligus madrasah al ula bagi anak-anaknya. Tak berhenti disana, mereka juga tak lelah menjadi pengemban dakwah, menggerakkan umat Muhammad SAW, membangun kesadaran untuk taat.

Selasa, 30 Mei 2017

Jika diberi jatah sama dengan Rasulullah,
maka sisa 39 lagi.
Mungkin bisa kurang atau lebih.

Semoga sisanya tak terbuang sia-sia.
semoga sisanya mampu menghantarkan pada syurga.

Bertambah satu, berkurang satu.
semoga yang baik-baik didekatkan dan yang buruk dijauhkan.


Surabaya. 30 Mei 2017.
Aulia. 24 tahun

Senin, 24 Oktober 2016

Ketika harus memilih

Pak, maafkan aku.

Di setiap tawaran yang datang, disetiap ada yang meminta,  aku masih belum bisa menjawab.
Aku masih berusaha lewat istikharahku pada-Nya.
Allah masih memberikan jawaban yang sama.
Ternyata jawaban Allah belum bisa tergantikan dengan yang lain.
Dan akhirnya hatiku pun belum bisa memastikan kepada siapa hati ini harus aku labuhkan.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Menunggu

Aku sedang berusaha sekuat tenaga untuk menuggu belahan jiwa yang disiapkan Allah dalam ketaatan.

Aku sedang melatih kemampuan agar kelak mampu mengobati lukamu. 

Belajar memasak, agar bisa memberikan hidangan nikmat untuk mengisi perutmu. 

Berlatih berbicara positif agar kata-kata yang keluar dari mulutku bisa menjadi penyemangatmu. 

Menambah wawasan, agar mampu menjadi teman diskusi yang menyenangkan bagimu. 

Banyak membaca agar mampu mendidik anakmu. 

Meluaskan pemahaman agar kelak mampu menjadi partner dakwahmu. 

Selasa, 09 Februari 2016

Haru biru 2015 ❤

Berganti waktu, begitu saja berlalu. Meninggalkan kenangan-kenangan syahdu.
Ini kisahku, sebuah asa, haru biru sampai kisah kelabu. Satu tahun berlalu, dua belas bulan, tiga ratus enam puluh lima hari.

Setiap kisah yang terlalui itu, menyisakan senyum manis, tawa renyah, hingga tangis haru. Banyak kisah saya berakhir disana,

Januari : Masih aku terbuai dalam tawa, membiarkan diriku jatuh dalam asa. Dibersamai membuatku lupa makna sendiri. Membuatku melupakan mereka yang peduli.

Februari : aku mengikrarkan diri bahagia, tapi kehendakNya lah yang berkuasa. Aku tak pernah memiliki, pun tak pernah termiliki. Kita ini apa? Kita ini siapa? Kita hanya hamba. skrenarioNya yang berkuasa atas diri kita.

Maret : dan yang harus terjadi, terjadilah. Aku bisa apa sebagai hamba? Dia yang dipinjamkan telah diambil sang empunya. Aku hanya diam mengikhlaskan, senyum sendu yang kusuguhkan mengiringi langkahnya kembali pada pemiliknya. Menyerahkan hatinya untuk sekedar singgah pada pantai lain. Diaku Maha Sempurna, dan kupercaya KuasaNya.

Jumat, 13 November 2015

Menyongsong Safar

Muharram telah beranjak, menyongsong Safar. Saya berbenah, membenahi diri lebih tepatnya. mungkin kemarin tak cukup baik hingga Dia ingatkan untuk memundurkan langkah.

Saya yang tiba-tiba terduduk diam, menggugu dalam bisu. Tak ada lagi air mata, mungkin telah kering, atau mungkin hati saya telah  terlampau lelah menangis. 

Dua tahun lalu dengan luka yang sama, saya datang pada sebuah ruang yang saya anggap paling aman. Bersembunyi dari berbagai rasa, bersembunyi pada ruang pelarian. Menemukan tempat ternyaman untuk membagi tawa, menemukan tempat terlapang bagi hati yang kesempitan. 

Waktu berlalu begitu cepat, oktober haru biru menyisakan jutaan kisah, jutaan cerita tentang melepaskan. 

Senin, 26 Oktober 2015

Surat cinta untuk yang masih bertahan

Untuk teman-teman saya yang masih bertahan, saya ucapkan selamat. Kalian sungguh luar biasa..
Mohon maaf saya hanya bertahan sejauh ini,

Semua hal itu ada masanya, ada waktunya berhenti. Dan disinilah, di titik ini saya putuskan untuk berhenti. Mungkin semangat dan kasih saya habis ter-depresiasi. Mohon maaf teman-teman saya memilih berhenti.

Terimakasih untuk dua tahun yang luar biasa, terimakasih sudah memberi tempat. Terimakasih sudah memberi ruang untuk saya belajar.

Senin, 19 Oktober 2015

Pelangi Hati

Maa Syaa Allah. Alhamdulillah. Kau hadirkan banyak cinta malam ini.
Hikmah indah dibalik air mata,

terimakasih ibuk, bapak. maaf membuatmu khawatir.
Bagaimana mungkin tak khawatir, anaknya yang ijin berangkat kuliah pulang sambil menangis.

Terimakasih dek Firman,
yang ngeliat mbaknya nangis tapi malah ditertawakan. tapi tertawa lucunya justru mampu membuat tersenyum.

Terimakasih kamu, yang menjadi teman diskusi malam ini.

Terimakasih mbak Sjam, atas nasehatnya. maaf lagi-lagi merepotkan.

Terimakasih Allaah, atas lantaiMu yang selalu ada sebagai tempat bersujud.
Sungguh malu rasanya, menangis karena persoalan remeh begini. padahal jarang manangisi dosa.
Astaghfirullaah :(

Malam ini muncul pelangi di kamar saya, pelangi yang muncul lantaran hujan air mata.
terimakasih menghadirkan mereka yang peduli Yaa Rabb..

"Allaahu Akbar, ini cuma kerikil kecil nduk. Kalo jatuh ya luka sedikit. Kasih betadine juga sembuh. Senyumilah !!!"

Sjam Pujiani Says, "Jika sudah terbiasa melewati kerikil kecil. maka harus terbiasa melewati batu besar sekalipun. Kudu sabar, yakinlah, syukurilah dan patuhlah.. !!"


Sejenak bermuhasabah 
dalam sudut kamar
22.47

Selasa, 15 September 2015

Celoteh Malam

Bismillahirrahmanirrahim..

Lama tak menyapa, terlalu lama sepertinya hingga lupa sudah sejauh mana menatanya.
Malam ini muncul sebuah pertanyaan kecil dihati, sudah lebih baikkah?

Sebulan ini banyak perenungan, banyak berubah kamu nduk. Menuju baikkah perubahan itu? Jangan berhenti berubah. Karena waktu tak mengizinkanmu berhenti berproses menuju baik.

Dan cinta yang hadir padaku selama ini, biarlah itu hadir sebagiamana takdir yang harus berjalan dan dijalani. Dijadikan-Nya hatiku jatuh pada beberapa orang . sekalipun hatiku berduka dan penuh luka. Biar itu menjadi tangga menujuNya.

Malu rasanya jika teringat banyak airmata yang jatuh karena makhlukNya, sedang sedikit yang tumpah untuk dosa-dosa. Astagfirullah, Ampun Ya Rabb..

Selasa, 16 Juni 2015

Terimaksih, 22th..



Assalammualaikum. Lama tak menyapa..
Sebelumnya terimakasih untuk banyak kejutan indah pada ulangtahun kemarin..
Terimakasih telah menghadirkan mereka yang peduli Yaa Rabb..

Tak terasa sudah 22 tahun, banyak perenungan, banyak pelajaran, banyak bersyukur rasanya..
Sungguh aku kehilangan satu orang tapi Allah ganti dengan puluhan orang yang jauh lebih baik..

Rabu, 27 Mei 2015

ketika Kau ketuk pintuku

Alhamdulillah, banyak dibuat tersenyum malam ini..
Terimakasih telah memelukku lewat perantara mereka Ya Allah..

Seperti kata Tere Liye :
Apalah arti kehilangan,
Ketika kami menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Benar, apa arti kehilangan dia. Jika Allah kembalikan banyak hal..
Dulu saat menemukannya, aku banyak kehilangan mereka. Banyak kehilangan sahabat, teman, saudara.
Kini saat kehilangannya, Allah kembalikan mereka yang peduli, lebih banyak malah dibanding saat kehilangan dulu.

Allah sungguh malam ini indah, Terharu.
Biar tak kulepas sujudku malam ini, mensyukuri nikmatMu..

Allahu Akbar.. Allahu Akbar..
Berdiri aku dalam hamparan sajadah, ruku’, sujud..
Syahdu bercengkrama denganmu, menikmati malam..
Kubisikkan pada langit, sampaikan pada Tuhanku, “Terimakasih”.

Surabaya, 23 Mei 2015
22.51

Rizq

Senin, 18 Mei 2015

Syukurku atas nikmatMu

Syukurku atas nikmatMu Yaa Rabb, takkan cukup walau aku bersujud seribu tahun.
NikmatMu yang mana yang akan aku dustakan? ketika KasihMu begitu nyata..

Jikalah apa yang kualami kemarin adalah caraMu mendekatkanku padaMu, maka biarlah aku ridho atas ketetapan itu. PelukanMu begitu nyaman Ya Rabb..

Syukurku atas malam itu, atas pelukan yang kau berikan lewat perantara mereka..


Kali ini aku berlari sekali lagi pada mereka, laksana rumah aku pulang. saat hati sungguh sudah amat lelah..

Syukurku atas nikmatMu Ya Rabb, atas segala kemudahan dan keindahan yang Kau berikan. Atas hujan cinta pagi itu di Alun-Alun Sidoarjo. Atas nikmatMu yang mengijinkanku menepati janjiku.

Kamis, 07 Mei 2015

Sedikit mengajar, banyak belajar

Sedikit mengajar, banyak belajar. Rasanya kalimat itulah yang paling pas menggambarkan apa-apa yang kulalui di Traffic Light Ambengan.

Berawal dari “pelarian” yang menghantarkanku jatuh cinta pada semangat anak-anak luar biasa itu. Jatuh cinta pada sudut kota ini.

Sedikit mengajar, bahkan belum layak disebut mengajar rasanya.
Teringat obrolan dengan salah seorang pengajar waktu itu, “kita itu nggak lebih pinter dari mereka, kita ini ya cuma orang-orang yang kebetulan lahir lebih dulu dari mereka, tahu lebih dulu, jadi bisa nge-share ilmu ke mereka”.

Kamis, 23 April 2015

Dalam hati yang luka,

Dalam hati yang luka itu, ada sedikit pinta..
Ijinkan aku sejenak bersandar ketika lelah,
Ijinkan kupinjam bahumu untuk menangis,

Ahh Kenapa harus kupinta,
Sedang Tuhanku pinjamkan lantaiNya untuk bersujud,
Sedang Dia siapkan lantai untuk teman bercerita dalam setiap sujud,

Aku lelah, Sungguh..
Bolehkah aku menyerah saja,

Dalam hati yang luka itu, aku menangis diam-diam..
Tanpa suara,

Tak kau lihatkah mataku yang sembab?
Mungkin hatimu terlalu bebal menyadarinya,

Aku mengutuk diriku sendiri yang terus tak mau mengerti,
Aku membenci diriku sendiri yang tetap tak mau melihat yang ada,

Satu waktu pernah terlintas angan dibenakku,
Aku dan kamu duduk berdua pada suatu senja yang indah,
Saling berbagi mimipi dalam tawa,


Aku minta maaf, sungguh aku minta maaf.

Aku lelah, Sungguh. Bolehkah aku pergi saja dari kisah kita?

Selasa, 14 April 2015

Sebuah cerita yang tertinggal

Astaghfirullah, harus banyak beristigfar sepertinya.
Lagi-lagi melihat luka dalam sudut mata mereka, anak-anak itu..

Ahh lihatlah nduk, masih ada hikmah dibaliknya..
Mbak kangen Fitri..

Selasa, 07 April 2015

Selalu diakhiri dengan titik

Bismillah..

Setiap paragraf bukankah selalu diakhiri dengan titik? maka kuberi titik pada kisah kita.
Hari itu sepeninggalmu, aku menangis diam-diam. Bukan karena terluka, tapi karna aku menyadari bahwa kita tak lagi sama. Kita? aku dan kamu lebih tepatnya.

Aku tak ingin membenci, pun sudah tak ingin lari. Aku tak ingin lagi menyibukkan mataku dengan menangisimu. Pergilah, aku melepasmu. Mengikhlaskanmu lebih tepatnya. Membiarkanmu dalam penjagaan terbaikNya. 

Semoga Diaku memberikan kehidupan terbaik, masa depan terbaik dan jodoh terbaik bagimu.
Terimakasih, pernah membiarkanku sejenak bersandar.

Rabu, 18 Februari 2015

Sesuatu yang kusebut "Kenangan"

Masalalumu milikmu, masalaluku milikku.
Kita rangkai masa kita sendiri.

Malam ini, tak ada salahnya kan mengenang yang pernah singgah?

Puisi itu bukan untukku..

berawal dari situ, teringat sesuatu. 7 tahun lalu. tapi masih terkenang..

Berjalan diatas kaki yang rapuh
Melihat dengan mata yang buta
Mendengar dengan telinga yang tuli

Mencoba bangkit, 
mencoba membuka mata
Mencoba memasang telinga

Mengeja dan mencoba melafalkan,
kata yang ada tetapi sulit dikatakan

Oh Tuhan semoga rasa yang kusimpan ini bukan zat kimia yang bisa meledak dan membunuhku,
Tapi zat kimia yang bisa meledak dan membawaku ke nirwana
semoga juga, dia tahu tentang rasa ini

siapapun itu, terimakasih..
semoga masih ingat dengan ini.

Kita (yang sebenarnya tak pernah benar-benar menjadi kita)
Maaf..
semoga segera kau temukan diamu,

karna aku, sudah kutemukan diaku..


Dirundung rindu,
Dalam pojok kamar yang tersusupi kenangan..

Puisi by someone