Selasa, 09 Februari 2016

Haru biru 2015 ❤

Berganti waktu, begitu saja berlalu. Meninggalkan kenangan-kenangan syahdu.
Ini kisahku, sebuah asa, haru biru sampai kisah kelabu. Satu tahun berlalu, dua belas bulan, tiga ratus enam puluh lima hari.

Setiap kisah yang terlalui itu, menyisakan senyum manis, tawa renyah, hingga tangis haru. Banyak kisah saya berakhir disana,

Januari : Masih aku terbuai dalam tawa, membiarkan diriku jatuh dalam asa. Dibersamai membuatku lupa makna sendiri. Membuatku melupakan mereka yang peduli.

Februari : aku mengikrarkan diri bahagia, tapi kehendakNya lah yang berkuasa. Aku tak pernah memiliki, pun tak pernah termiliki. Kita ini apa? Kita ini siapa? Kita hanya hamba. skrenarioNya yang berkuasa atas diri kita.

Maret : dan yang harus terjadi, terjadilah. Aku bisa apa sebagai hamba? Dia yang dipinjamkan telah diambil sang empunya. Aku hanya diam mengikhlaskan, senyum sendu yang kusuguhkan mengiringi langkahnya kembali pada pemiliknya. Menyerahkan hatinya untuk sekedar singgah pada pantai lain. Diaku Maha Sempurna, dan kupercaya KuasaNya.

Kamis, 21 Januari 2016

PENCETAK GENERASI CERIA

SMP MUHAMMADIYAH 6 SURABAYA

PENCETAK GENERASI C E R I A
Cerdas | Empati | Ramah | Inovatif | Akhlak Mulia

Ditengah carut-marut zaman seperti sekarang ini merupakan tantangan berat bagi para orangtua untuk mendidik putra putrinya menjadi generasi terbaik bangsa. Hedonisme dan Moderinisasi tentu menjadi momok tersendiri bagi orangtua dan para pendidik dalam hal ini sekolah untuk menyiapkan putra-putrinya terjun  ke tengah masyarakat. Penerapan Pola pendidikan karakter diharapkan mampu mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai—nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius; mengembangkan pola pemikiran peserta didik menjadi generasi yang cerdas, memiliki sikap empati, Ramah terhadap lingkungan, serta memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif.

Akan tetapi mengingat luasnya pergaulan serta degradasi moral yang banyak dialami para remaja khususnya pelajar yang sudah banyak mengalami pergeseran nilai baik nilai moral dan asusila tentu banyak pihak yang beranggapan akan sangat sulit menerapkan pola pendidikan berkarakter tersebut pada sebuah satuan pendidikan. Akan tetapi Sekolah Menengah Pertama yang beralamat di Jl. Kemlaten Baru No. 43  Surabaya ini membantahnya. SMP Muhammadiyah 6 Surabaya.

Jumat, 13 November 2015

Menyongsong Safar

Muharram telah beranjak, menyongsong Safar. Saya berbenah, membenahi diri lebih tepatnya. mungkin kemarin tak cukup baik hingga Dia ingatkan untuk memundurkan langkah.

Saya yang tiba-tiba terduduk diam, menggugu dalam bisu. Tak ada lagi air mata, mungkin telah kering, atau mungkin hati saya telah  terlampau lelah menangis. 

Dua tahun lalu dengan luka yang sama, saya datang pada sebuah ruang yang saya anggap paling aman. Bersembunyi dari berbagai rasa, bersembunyi pada ruang pelarian. Menemukan tempat ternyaman untuk membagi tawa, menemukan tempat terlapang bagi hati yang kesempitan. 

Waktu berlalu begitu cepat, oktober haru biru menyisakan jutaan kisah, jutaan cerita tentang melepaskan. 

Senin, 26 Oktober 2015

Surat cinta untuk yang masih bertahan

Untuk teman-teman saya yang masih bertahan, saya ucapkan selamat. Kalian sungguh luar biasa..
Mohon maaf saya hanya bertahan sejauh ini,

Semua hal itu ada masanya, ada waktunya berhenti. Dan disinilah, di titik ini saya putuskan untuk berhenti. Mungkin semangat dan kasih saya habis ter-depresiasi. Mohon maaf teman-teman saya memilih berhenti.

Terimakasih untuk dua tahun yang luar biasa, terimakasih sudah memberi tempat. Terimakasih sudah memberi ruang untuk saya belajar.

Senin, 19 Oktober 2015

Pelangi Hati

Maa Syaa Allah. Alhamdulillah. Kau hadirkan banyak cinta malam ini.
Hikmah indah dibalik air mata,

terimakasih ibuk, bapak. maaf membuatmu khawatir.
Bagaimana mungkin tak khawatir, anaknya yang ijin berangkat kuliah pulang sambil menangis.

Terimakasih dek Firman,
yang ngeliat mbaknya nangis tapi malah ditertawakan. tapi tertawa lucunya justru mampu membuat tersenyum.

Terimakasih kamu, yang menjadi teman diskusi malam ini.

Terimakasih mbak Sjam, atas nasehatnya. maaf lagi-lagi merepotkan.

Terimakasih Allaah, atas lantaiMu yang selalu ada sebagai tempat bersujud.
Sungguh malu rasanya, menangis karena persoalan remeh begini. padahal jarang manangisi dosa.
Astaghfirullaah :(

Malam ini muncul pelangi di kamar saya, pelangi yang muncul lantaran hujan air mata.
terimakasih menghadirkan mereka yang peduli Yaa Rabb..

"Allaahu Akbar, ini cuma kerikil kecil nduk. Kalo jatuh ya luka sedikit. Kasih betadine juga sembuh. Senyumilah !!!"

Sjam Pujiani Says, "Jika sudah terbiasa melewati kerikil kecil. maka harus terbiasa melewati batu besar sekalipun. Kudu sabar, yakinlah, syukurilah dan patuhlah.. !!"


Sejenak bermuhasabah 
dalam sudut kamar
22.47

Selasa, 15 September 2015

Celoteh Malam

Bismillahirrahmanirrahim..

Lama tak menyapa, terlalu lama sepertinya hingga lupa sudah sejauh mana menatanya.
Malam ini muncul sebuah pertanyaan kecil dihati, sudah lebih baikkah?

Sebulan ini banyak perenungan, banyak berubah kamu nduk. Menuju baikkah perubahan itu? Jangan berhenti berubah. Karena waktu tak mengizinkanmu berhenti berproses menuju baik.

Dan cinta yang hadir padaku selama ini, biarlah itu hadir sebagiamana takdir yang harus berjalan dan dijalani. Dijadikan-Nya hatiku jatuh pada beberapa orang . sekalipun hatiku berduka dan penuh luka. Biar itu menjadi tangga menujuNya.

Malu rasanya jika teringat banyak airmata yang jatuh karena makhlukNya, sedang sedikit yang tumpah untuk dosa-dosa. Astagfirullah, Ampun Ya Rabb..