Selasa, 28 Oktober 2014

Alpha-

Sudah lama sekali tidak menulis.
lama tak berbagi, terlampau lama hingga "lupa" bagaimana caranya..

ada perenungan yang menyusup diam-diam,
adanya dia yang merubah banyak hal.
baikkah? atau burukkah?
entahlah..

Selasa, 09 September 2014

Malam ini-



Entahlah malam ini aku ingin menulis, tentang apa saja…
Mungkin karena sedang butuh teman diskusi. Tentang banyak hal. Tentang hidup mungkin, tentang cinta, atau apapun yang bisa dibicarakan..
Intinya, aku sedang butuh teman bicara.
 
Cinta. Kamu tahu apa itu? Aku tidak.
Tapi entahlah, aku sangat suka membicarakannya. Kata orang cinta itu buta. Cinta tak kenal logika.
Tapi dimataku, cinta tidak buta. Pun tidak melumpuhkan logika. Cinta justru yang seharusnya membuka mata kita. Melihat dunia menjadi lebih jelas, lebih terang.
Cintalah yang seharusnya mengabarkan bahwa salah adalah salah, dan benar adalah benar. Bukan justru mencambur baurkannya dengan mengabaikan logika.

Insan yang mencinta, bukan tidak mengenal logika. Tapi justru mengabaikannya. Mencintai berarti memilih. Dan jika sudah memilih seharusnya tak ada lagi keraguan didalamnya.
Sama seperti ketika kita mencintai Rabb kita, yakin.
Yakin secara sempurna bahwa Dia-lah sang Maha. Sang pemilik terang. Sang perancang semesta. Tak boleh ada keraguan akan-Nya.

Jika kau bertanya pernahkah aku jatuh cinta? Maka jawabnya “ya”. Aku pernah jatuh cinta, bahkan mungkin sedang jatuh cinta. Dan aku menikmatinya. Menikmati setiap mili kala hatiku teraba olehNya.
Malam ini Dia menyadarkanku (lagi). Hati ini belum sempurna terisi. Aku masih menunggu.

Dia benar. Bahkan tak pernah salah. Inilah saatnya.
Menuliskan titik, dan memulai paragraph baru dalam episode hidupku.
Aku yang begitu alpha. Lupa betapa hangat pelukanNya. Memilih bersandar pada tempat yang salah.

Aku kembali (lagi). Semoga Kau masih mau menerimaku.

Surabaya, 08 September 2014
Pk. 21.39
Sudut Kamar

Selasa, 02 September 2014

Surat untuk hati..



Assalammualaikum hati..
Bagaimana kabarmu hari ini? Baikkah?
Aku entahlah, sepertinya tidak. Aku banyak lupa belakangan ini, lupa bagaimana cara menghargaimu atau mempertimbangkan tentangmu. Maaf hati..

Sepertinya aku harus banyak menyendiri, merenung dan berfikir. Tidak pernah sendiri mungkin membuatku lupa cara berinteraksi denganmu. Lupa? Atau mungkin memang sengaja melupakan.

Tempatmu masih disitu hati. Dirongga itu, dekat perut, jantung, usus, ahh entahlah. Kurasa kau masih mampu mendengar detakkan jantungku, hanya aku yang terlalu bengal mengakui keberadaanmu.

Nafsu. Dia terlampau jahat, mencuri perhatianku. Membuatku mengabaikanmu,

Atau mungkin aku yang terlalu jahat, berpaling dari arahmu, berlari menyongsong nafsu.

Maaf hati..

Bolehkah aku kembali disampingmu saja?

Rabu, 25 Juni 2014

Satu lagi kejutan -

Senja kemarin, walau lelah kupacu semangatku menemui bintang-bintang terang diantara lalu-lalang kesibukan kota. seperti hari-hari minggu sebelumnya, senja ini angin meniupkan semangat membara untuk merangkai terang dalam sudut kota.

Traffic Light Ambengan. entahlah, dari ribuan bahkan jutaan Lampu Merah dikota ini aku begitu menyukai tempat ini. tempat luar biasa. "rumah" bagi hatiku yang dicumbu rindu.

Kutemui tawa-tawa  yang kerap kali membuaiku dalam rindu, ahh wajah-wajah itu, senyum itu, tawa itu. senja ini satu lagi kejutan terkuak diantara bisingnya kendaraan yang memecah sunyi. PANCASILA. dia tunjukkan wajah berbeda,

sesosok gadis kecil mencuri perhatianku saat ini, aku menyebutnya misi PDKT.

dia tuliskan pancasilanya sendiri, dia yang terlampau sulit kudekap, kini mulai tersentuh perlahan.
kunikmakti senyumnya, dia yang mulai mengeja cinta, merangkai senyumnya. ahh tuhan izinkan senyum itu terus tersungging. dia berhak bahagia. dia berhak menulis dan menorehkan cita-citanya..



Sabtu, 31 Mei 2014

21 - Memori yang terputar


"Bismillah, Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu Akbar..

Sungguh kuasaMu begitu luar biasa Ya Allah..

Siapa sangka gadis kecil nan cengeng itu kini sudah berusia 21 tahun. Usia yang bisa dibilang tidak lagi kecil. Masih teringat dengan jelas rengekannya belasan tahun lalu yang minta disekolahkan padahal usianya baru genap 3tahun. Atau dia beberapa tahun setelahnya yang begitu gemulai menari diatas panggung.


Masih jelas dalam ingatan dia yang begitu kaku memegang palu sidang pertamanya beberapa tahun lalu, atau kejadian yang baru kemarin ketika dia menjadi ketua koperasi. Ahh rasanya waktu berlalu begitu cepat..

Sabtu, 24 Mei 2014

terbuai kenangan..

Pernahkah terlintas dalam benakmu, apa yang kan merubahku?
jawabnya kekecewaan sayang..
aku kini sedang berusaha bertahan. bertahan disampingmu..
bertahan dalam dekapan waktu..

pernahkah kau kecewa sayang?
sakitkah? terluka kah? ini aku disini sedang tersenyum menyapamu dengan mata yang terluka.'
hanya mungkin hatimu terlalu bengal mengakuinya..

pernahkah melihatku menangis sayang?
yang kau lihat dariku hanya senyuman, meski kadang tutur dan sikapmu melukaiku  tanpa sadar..

aku terus berjuang sayang, berjuang menyamakan langkah kita walau aku seringkali terseok dan tertinggal..

disinilah aku sayang, terbuai kenangan..