Sabtu, 21 Februari 2015

Dan kuikrarkan aku bahagia

Bersama malam kuikrarkan aku bahagia,
bahagia bersama diaku yang selalu menghadirkan tawa..

Dia yang sedang berusaha menggapai terang bersamaku,
dia yang menyuguhkan cinta dalam tuturnya,
dia yang menawarkan kehangatan dalam dekapannya.

Apapun itu, semoga Allah izinkan kita ikrarkan bersama bahagia kita.
Bukan hanya aku atau kamu. Kita.
mengikrarkan bahagia dengan penuh cinta
mengikrarkan bahagia dalam keridhoan-Nya.


Menikmati sisa malam ini,
selepas menatap matahari.

Rabu, 18 Februari 2015

Sesuatu yang kusebut "Kenangan"

Masalalumu milikmu, masalaluku milikku.
Kita rangkai masa kita sendiri.

Malam ini, tak ada salahnya kan mengenang yang pernah singgah?

Puisi itu bukan untukku..

berawal dari situ, teringat sesuatu. 7 tahun lalu. tapi masih terkenang..

Berjalan diatas kaki yang rapuh
Melihat dengan mata yang buta
Mendengar dengan telinga yang tuli

Mencoba bangkit, 
mencoba membuka mata
Mencoba memasang telinga

Mengeja dan mencoba melafalkan,
kata yang ada tetapi sulit dikatakan

Oh Tuhan semoga rasa yang kusimpan ini bukan zat kimia yang bisa meledak dan membunuhku,
Tapi zat kimia yang bisa meledak dan membawaku ke nirwana
semoga juga, dia tahu tentang rasa ini

siapapun itu, terimakasih..
semoga masih ingat dengan ini.

Kita (yang sebenarnya tak pernah benar-benar menjadi kita)
Maaf..
semoga segera kau temukan diamu,

karna aku, sudah kutemukan diaku..


Dirundung rindu,
Dalam pojok kamar yang tersusupi kenangan..

Puisi by someone

Senin, 16 Februari 2015

Kamu -

Detik waktu yang terlewat itu,
membuatku menyadari arti hadirmu.

Kamu-ku yang selalu mencoba menghadirkan tawa.
Kamu-ku yang dengan senyuman mencoba membahagiakanku.
Kamu-ku yang yang berjanji takkan meninggalkanku.

Semoga do'a-do'a kita mengetuk pintu langit untuk bermurah hati.
Mengizinkan kita menjemput bahagia, dalam keridhoan-Nya.


Selasa, 06 Januari 2015

♫ Catatan Yang Tergores ♫

Alhamdulillah..
Segala Puji Bagi Allah yang tak pernah meninggalkan hambanya berjuang sendirian..

2014 berlalu dengan indah..
Dia ketuk hatiku untuk mensyukuri waktu-waktu yang berlalu..

Banyak cinta menyapa, hilang, berganti, berputar mengikuti irama kehidupan..
banyak orang hadir. menawarkan canda, tawa, duka, bahagia, bahkan cinta..
cinta sempurnaku tetap berlabuh padaNya..

inilah kisah yang tertinggal, yang coba kurajut menjadi kenangan..

Kamis, 27 November 2014

Dan Ketika Aku Lelah...

Lihatlah, bahkan ujung jalan ini belum Nampak. Lantas akankah kau berhenti ditengah?

Manusiawi bukan ketika kita merasa lelah menyusuri setapak terjal yang disebut kehidupan. Bukankah manusiawi ketika airmata ini luruh ditengah keletihan yang mendera. Aku, Kamu, Kita pasti pernah begitu ingin menyerah. Kehilangangan gairah.

Aku yang diam itu, tersenyum getir samar-samar. Perjuangan yang dulu kubanggakan hilang. Hilang seiring hembusan angin yang tak henti berhembus, meniupkan kesejukan yang mungkin sudah terlampau lama kulupakan.

Diaku mungin menamparku lewat mereka.

Aku semakin banyak alpha. futur. Lupa. Ahh entah apalah itu namanya.

Aku kehilangan cara tersenyum ikhlas, lupa bagaimana cara bahagia bersama mereka. Tak lagi ingat bagaimana harus tertawa. Hatiku mungkin dibekukan Diaku, seiring aku yang terus berjalan menjauhiNya. Maaf..

Aku terlampau nyaman diam, lupa cara bergerak..
Aku terlampau lama berhenti, lupa cara memulai..
Aku terlampau lama tak berjuang, lupa apa yang kuperjuangkan..

Niat yang dulu coba kutata sembari berhenti sejenak dan beristirahat, justru hilang tak berbekas..
Lantas harus kucari kemana perginya..

Bagaimana cara memulai kembali perjuangan ini. Bagaimana ketemukan serpihan semangat yang tercecer hancur berantakan..

Ahh, Diaku takkan meninggalkanku sendirian..

Selasa, 18 November 2014

Tersusupi Kenangan.

Malam ini kuijinkan hatiku tersusupi kenangan, Kenangan akan pertemuan beberapa bulan yang lalu. Aku yang mengizinkannya masuk, mengizinkannya menggambar bahkan memberikan warna. Mengeja jutaan aksara, kisah-kisah klasik yang mungkin orang bilang roman picisan.

Malam ini, aku menemukan diriku yang tersenyum malu-malu menyambutnya yang mulai mendekat. Memoriku bahkan terputar pada kejadian kecil yang membuatku tersenyum getir terbakar rasa khawatir yang berlebih.

Mempukah aku bertahan pada kisah ini, bertahan hingga kisah ini menjelma menjadi kisah indah yang mampu kucritakan pada dunia.

Aku takut sayang, tahukah kau?

Terlampau takut hingga tak pernah kusampaikan ketakutan ini. Mampukah aku sayang?


Mampukah aku bertahan hingga aku bisa berdiri tegak mengikrarkan pada dunia bahwa kaulah yang dipilihNya untuk bersamaku.
- Dalam Sudut Rindu -