"Teruslah melangkah hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Tetap Istiqomah di jalan dakwah ini. Umat menantimu.."
- Zulia Ilmawati-
Senin, 31 Juli 2017
Selasa, 30 Mei 2017
Jika diberi jatah sama dengan Rasulullah,
maka sisa 39 lagi.
Mungkin bisa kurang atau lebih.
Semoga sisanya tak terbuang sia-sia.
semoga sisanya mampu menghantarkan pada syurga.
Bertambah satu, berkurang satu.
semoga yang baik-baik didekatkan dan yang buruk dijauhkan.
Surabaya. 30 Mei 2017.
Aulia. 24 tahun
maka sisa 39 lagi.
Mungkin bisa kurang atau lebih.
Semoga sisanya tak terbuang sia-sia.
semoga sisanya mampu menghantarkan pada syurga.
Bertambah satu, berkurang satu.
semoga yang baik-baik didekatkan dan yang buruk dijauhkan.
Surabaya. 30 Mei 2017.
Aulia. 24 tahun
Senin, 24 Oktober 2016
Ketika harus memilih
Pak, maafkan aku.
Di setiap tawaran yang datang, disetiap ada yang meminta, aku masih belum bisa menjawab.
Di setiap tawaran yang datang, disetiap ada yang meminta, aku masih belum bisa menjawab.
Aku masih berusaha lewat istikharahku pada-Nya.
Allah masih memberikan jawaban yang sama.
Ternyata jawaban Allah belum bisa tergantikan dengan yang lain.
Dan akhirnya hatiku pun belum bisa memastikan kepada siapa hati ini harus aku labuhkan.
Sabtu, 22 Oktober 2016
Menunggu
Aku sedang berusaha sekuat tenaga untuk menuggu belahan jiwa yang disiapkan Allah dalam ketaatan.
Aku sedang melatih kemampuan agar kelak mampu mengobati lukamu.
Belajar memasak, agar bisa memberikan hidangan nikmat untuk mengisi perutmu.
Berlatih berbicara positif agar kata-kata yang keluar dari mulutku bisa menjadi penyemangatmu.
Menambah wawasan, agar mampu menjadi teman diskusi yang menyenangkan bagimu.
Banyak membaca agar mampu mendidik anakmu.
Meluaskan pemahaman agar kelak mampu menjadi partner dakwahmu.
Selasa, 29 Maret 2016
Demi Dia
Diantara sunyi,
Kubisikkan rindu yang semakin sakit,
Yang tak pernah kucoba mengungkit,
Dan tak pernah kujawab walau sebait,
Kubisikkan rindu yang semakin sakit,
Yang tak pernah kucoba mengungkit,
Dan tak pernah kujawab walau sebait,
Dalam diam, aku kedinginan.
Berdiri diatas istana yang retak.
Berdiri diatas istana yang retak.
Berjuta penyair dunia ingin kuhampiri, bertanya makna cinta sejati.
Aku alpha lagi, lupa dimana letak kesejatian cinta. Dan siapa pemilik cinta sejati.
Aku alpha lagi, lupa dimana letak kesejatian cinta. Dan siapa pemilik cinta sejati.
Namun demi engkau, demi cinta, demi janji Sang Maha Pemberi Cinta. Kubangun tegarku, kusuguhkan senyum sendu.
Sayang, biar cukup Dia yang tahu.
Dimana pantasnya kuletakkan hatiku, pada siapa kutitipkan rinduku.
Dimana pantasnya kuletakkan hatiku, pada siapa kutitipkan rinduku.
Pada bait doa malamku, bahkan tak berani kusebut namamu.
Takut, kau hanya embun. Sedang Dia siapkan matahari.
Takut, kau hanya embun. Sedang Dia siapkan matahari.
Rabu, 23 Maret 2016
Nur Aulia Risqi
Nur Aulia Risqi | 21 tahun |
Bergolongan darah B
Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Urip Sumoharjo
Akademis | Aktivis | Organisatoris |
Pengajar
Kunjungi situs web aulia :
www.goresan-aulia.blogspot.com
Dara
yang bercita-cita menjadi seorang Guru dan Psikolog ini merupakan dara
kelahiran Sukoharjo pada 30 Mei 1993. Pecinta Novel terutama karya Andrea Hirata
dan Tere Liye ini memiliki prinsip bahwa
“Hidup
adalah untuk berhasil, bila kamu gagal maka itu bukan akhir. Itu adalah proses menuju
keberhasilan”
Sosoknya rutin terlihat di wilayah pembelajaran Stopan Ambengan. Di
tengah kesibukannya sebagai mahasiswi STIE Urip Sumoharjo dan Staff TU SMP
Muhammadiyah 6 Surabaya, sudah sejak September 2013 lalu ia luangkan waktunya
seminggu dua kali untuk anak-anak di sana. Selain di Stopan Ambengan, Nur Aulia
Risqi atau biasa dipanggil Aulia ini juga rutin tiap selasa mengajar anak-anak
di Delta Plaza Surabaya.
Langganan:
Postingan (Atom)
